Apakah Vaksinasi Corona Diperbolehkan untuk Anak-Anak?

Apakah Vaksinasi Corona Diperbolehkan untuk Anak-Anak?

Orang-orang dewasa sudah mulai mendapatkan vaksinasi corona awal tahun 2021, sedangkan anak-anak masih membutuhkan waktu mungkin selama berbulan-bulan setelahnya. Penelitian lebih lanjut perlu menentukan jumlah dosis keseluruhan dan jarak interval atar dosis. Sementara saat menunggu vaksin corona untuk anak-anak, orang tua harus tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti social distancing dan higienitas yang baik. 

Jenis vaksin corona yang beredar

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HL.01.07/Menkes/12758/2020 vaksin corona yang beredar di Indonesia telah dietetapkan. Berbagai jenis vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia antara lain diproduksi oleh PT Bio Farma, Oxford-AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Novavax, Pfizer-BioNTech, dan Sinovac.

Salah satu jenis vaksin yang akan digunakan yaitu Sinovac dengan pemberian sebanyak dua dosis atau dua kali suntikan. Vaksin ini menggunakan metode inactivated sehingga sudah tidak mengandung virus hidup dengan kata lain virus dilemahkan. Sebelum dilakukan program vaksinasi langsung ke masyarakat, Sinovac telah melalui tahap uji klinis untuk memastikan keamananya. Untuk tahap awal, petugas kesehatan menjadi target utama pemberian vaksin.

Vaksinisasi corona bagi anak-anak

Anda perlu mengetahui bahwa uji klinis vaksin Covid-19 jenis Sinovac hanya dilakukan pada orang-orang berumur 18-59 tahun yang lebih banyak terpapar dan lansia di atas 60 tahun yang lebih rentan. Pengembangan vaksin untuk anak-anak masih dalam tahap perencanaan.

Secara umum, tidak banyak anak-anak yang terinfeksi Covid-19 dibandingkan orang dewasa dan lansia. Anak-anak cenderung menularkan virus ke orang lain sementara mereka hanya mengalami gejala ringan atau bahkan tanpa gejala. Hal ini cukup berbahaya jika anak-anak berinteraksi dengan pihak-pihak yang lebih rentan seperti kakek dan neneknya.

Sementara vaksin jenis Pfizer hanya diizinkan untuk masyarakat usia 16 tahun ke atas. Vaksin Moderna juga hanya dipebolehkan untuk usia 18 tahun ke atas. Baik Pfizer maupun Moderna baru saja dimulai uji cobanya akhir tahun 2020 ke anak-anak berusia 12 tahun. Jika pengujian berhasil, data penelitian harus diberikan dan ditinjau Food and Drug Administration (FDA).

Apabila disetujui maka dilanjutkan proses produksi dan distribusi. Serangkaian proses tersebut akan memakan waktu cukup lama sehingga vaksin untuk anak-anak dan remaja akan diberikan lebih alama dibandingkan orang dewasa dan lansia.

Bahaya Covid-19 pada anak-anak

Dalam beberapa kasus yang langka, anak-anak yang terpapar Covid-19 akan mengalami Multisystem Inflamantry Syndrome atau MIS-C. Kondisi ekstrem ini merupakan respon dari sistem imun tubuh sehingga berisiko menyebabkan kerusakan jantung, paru-paru, ginjal, darah, dan otak. Saat menderita MIS-C, anak-anak perlu perawatan intensif di rumah sakit. Berikut ini tanda dan gejala MIS-C pada anak-anak:

  • Demam lebih dari 24 jam
  • Mual
  • Diare
  • Nyeri perut
  • Ruam kulit
  • Kelelahan yang tidak biasa
  • Detak jantung cepat
  • Mata merah
  • Kemerahan atau bengkak di bibir, lidah, tangan, atau kaki
  • Sakit kepala, pusing, atau kepala berat
  • Pembesaran kelenjar getah bening

Apabila terjadi gejala berikut ini, maka anak-anak telah tergolong memasuki keadaan darurat:

  • Nyeri perut serius
  • Kesulitan bernapas
  • Bibir atau wajah kebiruan
  • Kesulitan bangun tidur atau bahkan susah tidur

Uji klinis dilakukan untuk menguji keamanan dan keefektifannya. Sampai saat ini vaksin corona pada anak-anak diharapkan lebih cepat diproduksi dan disitribusikan. Meskipun tidak banyak yang terinfeksi Covid-19, namun penyebaran melalaui anak-anak sangat mungkin terjadi. Hal ini akan membahayakan orang lain di sekitarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *