Alasan KB untuk Pria Jarang Dimanfaatkan

KB untuk pria agar wanita tidak cepat hamil salah satunya adalah vasektomi

Ketika pasangan ingin menunda memiliki momongan, maka penggunaan alat kontrasepsi saat berhubungan badan dapat digunakan. Saat ini, cara nan cukup umum dipilih adalah penggunaan pil KB. Akan tetapi, biasanya yang kerap menggunakan alat kontrasepsi adalah para perempuan. Padahal, saat ini ada pula KB untuk pria

Jika para pembaca merasa heran, sebetulnya KB untuk pria sudah sejak lama adanya. Namun demikian, hal itu memang jarang sekali dimanfaatkan. Beberapa sumber pun kini telah menjelaskan alasan kenapa kontrasepsi yang diperuntukan untuk lelaki sedikit dipakai. Merujuk dari keterangan berbagai sumber tersebut, maka dalam artikel ini akan merangkum dalih mengapa pria jarang memanfaatkan alat kontrasepsi. 

Penjelasan mengenai hal itu dirasa penting karena saat memutuskan hidup bersama, maka dalam upaya agar mencegah kehamilan haruslah pula dilakukan bersama, bukan hanya satu pihak saja. Nah tanpa berlama-lama lagi, mari kita simak bersama alasan mengapa KB untuk pria minim dimanfaatkan. 

KB untuk pria yang paling umum dipilih ada dua jenis. Pertama adalah kondom dan kedua vasektomi. Secara umum, kita telah mengetahui kondom merupakan alat kontrasepsi yang paling populer. Selain bisa mencegah kehamilan di luar rencana, kondom juga bermanfaat agar terhindar dari penyakit seksual menular. 

Sementara vasektomi merupakan alat kontrasepsi bagi laki-laki. Jika seseorang memanfaatjan jenis KB untuk pria yang satu ini, maka saat ejakulasi air maninya tidak akan mengandung sel sperma. Lantas, kenapa dua alat kontrasepsi yang bisa digunakan itu jarang dipakai? 

Berbagai sumber menyampaikan, para laki-laki enggan menggunakan kondom karena alasan subyektif, yaitu mengurangi sensasi saat berhubungan badan. Alasan tersebut sebetulnya tidak bisa dibiarkan karena dalam berhubungan badan juga perlu adanya kesepakatan di awal. Oleh karena itu, jika anda dan pasangan sepakat untuk menunda memiliki anak, maka mengubah pola pikir perihal penggunaan kondom sangat diperlukan. 

Sementara untuk alat kontrasepsi vaksenomi, banyak laki-laki enggan menggunakan KB untuk pria itu karena biayanya yang mahal. Selain itu, pertimbangan lainnya adalah efek dari penggunaan alat kontrasepsi tersebut seumur hidup alias permanen. Oleh karena itulah alat kontrasepsi yang satu ini jarang sekali dipilih, kecuali bagi mereka yang memang sama sekali enggan punya anak. 

Sebetulnya, apabila anda atau pasangan anda enggan memanfaatkan alat kontrasepsi, masih ada cara lain agar kehamilan bisa ditunda. Cara yang dimaksud ialah pullout atau mengeluarkan penis dari vagina sebelum ejakulasi berlangsung. Berbagai sumber mengatakan, cara tersebut merupakan metode yang paling sering digunakan dalam menunda kehamilan. 

Namun demikian, sumber-sumber yang sama juga menyebut pullout dapat menuai kegagalan. Pasalnya, dikatakan bahwa pria yang hendak ejakulasi biasanya hilang konsentrasi sehingga memungkinkan lupa untuk melakukan pullout. Di samping itu, cara ini juga belum seampuh penggunaan kondom dalam mencegah kehamilan. Sehingga, pemakaian kondom sebagai KB untuk pria lebih disarankan. 

Demikianlah penjelasan alasan mengapa KB untuk pria jarang digunakan. Bagi anda atau pasangan anda yang enggan memanfaatkan alas kontrasepsi, sebaiknya dilakukan komunikasi lagi. Pasalnya, apabila anda dan pasangan telah berkomitmen untuk menunda memiliki anak, maka pemakaian alat kontrasepsi merupakan hal yang tidak bisa ditawar. 

Di samping komunikasi, bagi para laki-laki, tidak ada salahnya pula untuk mencari tahu edukasi perihal seksual. Sebab, pendidikan seks juga penting karena di dalamnya juga termuat pengetahuan mengenai KB untuk pria. Meskipun pendidikan seks masih tabu, para lelaki disarankan agar mengesampikan pandangan itu. Sekali lagi, bagaimanapun juga, baik laki-laki maupun perempuan, pendidikan seks itu penting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *