Hidip Sehat

Konsumsi Moxicillin pada Ibu Hamil Bisa Sebabkan Keguguran, Benarkah?

Kehamilan adalah proses bahagia bagi siapapun yang menjalaninya, terlebih lagi bagi pasangan yang benar-benar menginginkan seorang anak. Selama kehamilan berlangsung, ibu hamil akan memberikan yang terbaik untuk perkembangan janin yang sedang di kandungnya. Pun dengan asupan serta suplemen yang dikonsumsi. 

amoxicillin

Lalu, bagaimana saat harus mengonsumsi amoxicillin untuk ibu hamil? Pasalnya, ada yang mengatakan bahwa penggunaan antibiotik saat kehamilan dapat menyebabkan keguguran. Nah, untuk mengetahui kebenarannya, cek artikel berikut. 

Apa itu amoxicillin?

Amoxicillin adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri, seperti infeksi dada, termasuk pneumonia, abses gigi, dan infeksi saluran kemih. Antibiotik ini dapat digunakan pada anak-anak, dan sering kali digunakan untuk mengobati infeksi telingan dan dada. Lalu bagaimana penggunaan amoxicillin pada ibu hamil?

Food and Drug Administration (FDA) mengkategorikan obat ini berdasarkan keamanan untuk digunakan selama kehamilan. Lima kategori adalah A, B, C, D, dan X, yang digunakan untuk mengklasifikasikan kemungkinan risiko pada bayi yang belum lahir saat obat diminum selama kehamilan. Amoxicillin termasuk kategori B, jadi aman untuk ibu hamil. 

Penggunaan amoxicillin pada ibu hamil

Amoxicillin dan beberapa jenis antiobiotik lainnya, seperti co-amoxiclav dan penisilin V sering kali digunakan dalam kehamilan dan diperkirakan tidak akan membahayakan bayi di dalam rahim. Namun, jika Anda sedang hamil dan telah mngonsumsi obat apapun, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan atau menambah perawatan antibiotik. 

Umumnya amoxicillin digunakan atas resep dokter untuk pengobatan berikut:

  • Infeksi pada telinga, hidung, dan tenggorokan
  • Infeksi pada organ reporoduksi
  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi pada kulit dan struktur kulit
  • Infeksi pada saluran pernapasan bagian bawah 
  • Gonores
  • Infeksi yang disebabkan oleh H. pylori (jenis bakteri) untuk mengurangi risiko kekambuhan ulkus duodenum

Lalu, apakah penggunanaan amoxicillin dapat menyebabkan keguguran atau bayi cacat lahir?

Tubuh bayi dan sebagian besar organ dalam bayi akan terbentuk selama 12 minggu pertama kehamilan. Terutama selama waktu inilah beberapa obat diketahui dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi. Sebuah penelitian tentamg wanita yang menggunakan amoxicillin atau penicillin V pada awal kehamilan tidak menunjukkan peningkatan kemungkinan cacat lahir pada bayi mereka. 

Selain itu, penggunaan amoxicillin pada ibu hamil diketahui tidak ada peningkatan kemungkinan keguguran atau lahir mati, yang juga dilakukan pada penelitian yang sama dengan ibu hamil. Namun, ada beberapa jenis antibiotik lain yang mungkin dapat meningkatkan risiko tersebut, tetapi bukan amoxicillin. 

Antibiotik yang berbahaya bagi bu hamil

Dalam sebuah penelitian yang dinyatakan oleh Canadian Medical Association Journal, Berard dan rekan, menemukan ada lima antibiotik yang berbahaya dikonsumsi oleh ibu hamil. Di antaranya:

  • Makrolida
  • Kuinolon
  • Tetrasiklin
  • Sulfonamide
  • Metronidazole

Kelima antibiotik tersebut memiliki risiko keguguran yang tinggi pada tahap awal kehamilan atau trimester pertama kehamilan. Usia kehamilan rata-rata untuk keguguran adalah 14 minggu kehamilan. Wanita yang mengalami keguguran lebih cenderung berusia lebih tua, hidup sendiri, dan memiliki berbagai masalah kesehatan lainnya serta infeksi. 

Meskipun penggunaan antibiotik untuk mengobati infeksi telah dikaitkan dengan penurunan risiko prematur dan berat badan lahir rendah dalam penelitian lain, namun penggunaan jenis antibiotik tertentu tetap dapat meningkatkan risiko aborsi spontan, dengan peningkatan risiko 60 persen hingga dua kali lipat. 

Kesimpulannya, amoxicillin untuk ibu hamil diperbolehkan atau aman untuk dikonsumsi, serta tidak menyebabkan keguguran atau pun cacat lahir pada bayi. Meskipun begitu, ada beberapa jenis antibiotik lainnya yang berbahaya jika dikonsumsi untuk ibu hamil. Jadi, jika Anda hamil ada baiknya untuk mengonsultasikan obat apapun yang Anda konsumsi dengan dokter kandungan Anda.  

Pentingnya Vitamin B12
Hidup Sehat

Pentingnya Vitamin B12

Vitamin B12 adalah vitamin esensial. Artinya tubuh Anda membutuhkan vitamin B12 untuk bekerja dengan baik. Vitamin B12 dapat ditemukan dalam makanan seperti daging, ikan, dan produk susu. 

Vitamin B12 paling sering digunakan untuk orang yang kekurangan vitamin B12, suatu kondisi dimana kadar vitamin B12 dalam darah terlalu rendah, serta keracunan sianida dan tingginya kadar homosistein dalam darah (hiperhomosisteinemia).

Vitamin B12 juga dikenal sebagai cobalamin sangat penting untuk menjaga kesehatan otak dan saraf serta untuk membuat DNA dan sel darah merah di tubuh Anda. Vitamin B12 juga membantu menurunkan kadar homosistein, asam amino yang terkait dalam kadar tinggi dengan demensia, penyakit jantung, stroke, dan osteoporosis.

Pada umumnya, Anda mendapatkan vitamin B12 melalui makanan. Sumber yang kaya termasuk daging sapi, hati, kerang, unggas, ikan, sereal yang diperkaya, telur, keju, yogurt, susu, dan susu nabati yang diperkaya seperti kedelai, almond, atau susu beras. 

Diperlukan dua langkah bagi tubuh untuk menyerap vitamin B12 dari makanan. Pertama, asam klorida di perut memisahkan vitamin B12 dari protein yang melekat pada vitamin B12 dalam makanan. Setelah ini, vitamin B12 bergabung dengan protein yang dibuat oleh lambung yang disebut faktor intrinsik dan diserap oleh tubuh Anda. Beberapa orang mengalami anemia pernisiosa, suatu kondisi di mana mereka tidak dapat membuat faktor intrinsik. Akibatnya, mereka kesulitan menyerap vitamin B12 dari semua makanan dan suplemen makanan.

Jumlah vitamin B12 yang Anda butuhkan setiap hari tergantung pada usia Anda. Jumlah rata-rata harian yang direkomendasikan untuk berbagai usia tercantum di bawah ini dalam mikrogram (mcg):

  1. Lahir sampai 6 bulan: 0,4 mcg
  2. Bayi 7-12 bulan: 0,5 mcg
  3. Anak-anak 1-3 tahun: 0,9 mcg
  4. Anak-anak 4–8 tahun: 1,2 mcg
  5. Anak-anak 9–13 tahun: 1,8 mcg
  6. Remaja 14–18 tahun: 2,4 mcg
  7. Dewasa: 2,4 mcg
  8. Remaja hamil dan wanita: 2,6 mcg
  9. Remaja dan wanita menyusui: 2,8 mcg

Kebanyakan orang mendapatkan cukup vitamin B12 dari makanan yang mereka makan. Namun beberapa orang kesulitan menyerap vitamin B12 dari makanan. Akibatnya, kekurangan vitamin B12 mempengaruhi antara 1,5% dan 15% masyarakat. Dokter Anda dapat menguji tingkat vitamin B12 Anda untuk melihat apakah Anda memiliki kekurangan. Berikut beberapa kelompok tertentu yang mungkin tidak mendapatkan cukup vitamin B12 atau kesulitan menyerapnya:

  • Banyak orang dewasa yang lebih tua, yang tidak memiliki cukup asam klorida di perut mereka untuk menyerap vitamin B12 yang secara alami ada dalam makanan. Orang yang berusia di atas 50 tahun harus mendapatkan sebagian besar vitamin B12 dari makanan yang difortifikasi atau suplemen makanan karena, dalam banyak kasus, tubuh mereka dapat menyerap vitamin B12 dari sumber ini.
  • Orang dengan anemia pernisiosa yang tubuhnya tidak membuat faktor intrinsik yang dibutuhkan untuk menyerap vitamin B12. Dokter biasanya mengobati anemia pernisiosa dengan suntikan vitamin B12, meskipun vitamin B12 dengan dosis oral yang sangat tinggi mungkin juga efektif.
  • Orang yang pernah menjalani operasi pencernaan, seperti operasi penurunan berat badan, atau yang memiliki gangguan pencernaan, seperti penyakit celiac atau penyakit Crohn. Kondisi ini dapat menurunkan jumlah vitamin B12 yang dapat diserap tubuh.
  • Beberapa orang yang makan sedikit atau tanpa makanan hewani seperti vegetarian dan vegan. Hanya makanan hewani yang memiliki vitamin B12 secara alami. Ketika wanita hamil dan wanita yang menyusui bayinya adalah vegetarian atau vegan yang ketat, bayi mereka mungkin juga tidak mendapatkan cukup vitamin B12.

Vitamin B12 dapat ditemukan di hampir semua multivitamin. Suplemen makanan yang hanya mengandung vitamin B12, atau vitamin B12 dengan nutrisi seperti asam folat dan vitamin B lainnya, juga tersedia. Jika Anda ingin mengkonsumsi vitamin B12, Anda disarankan untuk periksa label Fakta Tambahan untuk menentukan jumlah vitamin B12 yang diberikan.

Hidip Sehat

Tak Hanya Eritema Multiformis, Inilah Jenis Eritema Lainnya!

Eritema multiformis merupakan jenis eritema yang paling sering terjadi. Biasanya ditandai dengan muncul ruam merah berbentuk lingkaran di bawah kulit atau sering disebut juga bull’s eye pattern. Eritema multiformis biasanya menyerang anak-anak dan orang  dewasa berumur 20-40 tahun. 

eritema multiformis

Akan tetapi, ternyata terdapat beberapa jenis eritema lainnya yang gejalanya meliputi timbulnya ruam dengan berbagai macam penyebab. Tingkat keparahannya pun berbeda pula, mulai dari tingkat ringan sampai berat. Berikut ini merupakan 9 jenis-jenis penyakit eritema:

  1. Eritema multiformis 

Herpes simpleks menjadi penyebab utama munculnya eritema multiformis. Sebesar 70% kejadian eritema multiformis disebabkan karena herpes simpleks. Sisanya, diakibatkan karena bakteri mycoplasma pneumoniae, infeksi virus dan bakteri lainnya, serta penggunaan obat-obatan tertentu. 

Ruam yang muncul awalnya berada di lengan dan kaki, namun dalam 24 jam ruam akan terus berkembang hingga bisa mencapai bagian leher dan wajah. Beberapa sumber menyebutkan, eritema multiformis yang parah akan mengakibatkan sindrom Steven’s Jhonson yang ditandai dengan ruam yang berubah menjadi luka dengan rasa sakit yang luar biasa serta menyebar di berbagai anggota tubuh. 

  1. Eritema nodosum

Nodul muncul di kulit berupa benjolan merah bertekstur lembut. Kebanyakan nodul muncul di anggota gerak tubuh bagian bawah. Eritema nodosum paling sering disebabkan karena infeksi bakteri streptococcus jika pada anak, serta reaksi obat, reaksi hormonal, dan penyakit radang usus jika pada orang dewasa. Eritema nodosum menyerang satu sampai lima dari 100.000 orang sehingga tergolong jarang terjadi. 

  1. Eritema marginatum

Ruam kulit dapat muncul di seluruh bagian tubuh. Ruam berawarna pucat, namun pusatnya berawarna merah muda bergaris merah gelap. Eritema marginatum disebabkan karena respon terhadap demam akibat rematik, penyakit Lyme, reaksi alergi terhadap obat-obatan, atau angiodema herediter. Ruam akan menghilang dengan sendirinya seiring dengan proses penyembuhan penyakit utamanya. 

  1. Eritema toksikum

Berdasarkan American Family Physician, eritema toksikum umumnya menyerang bayi baru lahir. Sekitar 40-70% bayi mengalami penyakit ini. Terdapat benjolan yang dikelilingi bercak kemerahan dan nampak seperti “digigit kutu”. Benjolan berisi cairan dan muncul di area badan, wajah, serta telapak tangan. Penyebab pastinya belum diketahui, namun dapat hilang setelah 5-7 hari masa pengobatan.  

  1. Eritema infeksiosum

Ruam ringan muncul di wajah seperti seseorang yang baru saja “ditampar”. Penyebab eritema infeksium yaitu pravovirus dan lebih sering terjadi pada anak-anak. Gejaal lain yang mungkin timbul diantaranya demam, sakit kepala, dan pilek. Beberapa juga mengalami nyeri sendi. Ruam wajah berisiko meyebar ke leher, dada, pantat, tungkai, dan telapak kaki.

  1. Eritema palmar

Terdapat 3 penyebab utama eritema palmar, diantaranya karena kondisi hamil, alergi, serta riwayat keluarga. Ruam merah timbul di telapak tangan dan terkadang di jari-jari. Rasanya hangat, namun tidak disertai nyeri atau gatal. Tidak ada pengobatan khusus untuk eritema palmar, dokter biasanya hanya akan menyembuhkan penyakit utamanya. 

  1. Eritema kronikum migrans

Eritema kronikum migrans terjadi pada orang dengan penyakit Lyme. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, sekitar 70-80% penderita Lyme mengalami eritema kronikum migrans. Lyme disebabkan karena gigitan kutu. Ruam muncul 3-30 hari setelah penderita digigit kutu. Ruam akan meluas dan membentuk bintik yang dikelilingi lingkarah merah. Meskipun sebenarnya, warna dapat bervariasi mulai dari merah muda hingga ungu tua.  

  1. Eritema Ab igne

Penyakit ini tergolong tidak umum terjadi. Eritema Ab igne disebabkan karena paparan radiasi infra merah secara berulang-ulang langsung ke kulit. Ruam berbentuk seperti jaring-jaring dan berwarna merah muda, namun terkadang  berubah menjadi ungu kemudian coklat. Biasanya, ruam dapat disertai dengan rasa gatal, terbakar, atau nyeri. 

  1. Eritema anular sentrifugum

Jenis penyakit ruam kulit langka ini ditandai dengan munculnya benjolan merah kecil yang lama kelamaan akan menyebar membentuk pola melingkar seperti cincin. Beberapa kasus juga menunjukkan kemugkinan bentuknya yang tidak beraturan. Para ahli tidak yakin akan penyebab eritema anular sentrifugum, namun sejauh ini penyebabnya dipercaya berkaitan dengan infeksi jamur, virus, dan bakteri. 

Apabila muncul ruam dan bercak merah yang tidak kunjung sembuh, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Eritema juga muncul karena adanya penyakit lain sehingga dalam beberapa kasus dokter akan mengobati penyakit utamanya. Dengan demikian, gejala eritema perlahan akan menghilang dengan sendirinya.

Kulit & Kecantikan

Kulit Dehidrasi Berbeda dengan Kulit Kering

Saat kulit dehidrasi, ini berarti kulit Anda kekurangan air. Hal ini menyebabkan kulit menjadi kering, gatal, dan memiliki tampilan yang kusam. Warna kulit bahkan dapat terlihat belang, dan garis halus makin terlihat. Kulit dehidrasi sangat mengganggu, namun kondisi ini relatif mudah diatasi dengan perubahan gaya hidup yang tepat. Perawatan dimulai dari dalam untuk mengganti dan menjaga hidrasi sepanjang hari. Kulit dehidrasi akan terlihat kering, namun kondisi ini berbeda dengan memiliki jenis kulit kering. Dehidrasi parah dan kulit kering harus mendapatkan perawatan medis secepatnya.

Kulit dehidrasi dan kulit kering

Kulit dehidrasi sering dianggap sama dengan kulit kering. Faktanya, kedua kondisi tersebut sangat berbeda. Kulit dehidrasi kekurangan air, sementara kulit kering kekurangan minyak alami (juga dikenal dengan nama sebum). Selain itu, kulit kering merupakan sebuah jenis kulit, sementara dehidrasi dianggap sebagai sebuah kondisi. Jenis kulit diklasifikasikan dalam 4 kategori, yaitu kulit normal, kering, kombinasi, dan berminyak. Anda biasanya terlahir dengan 1 jenis kulit, namun hal ini akan berubah tergantung pada musim dan usia. Saat Anda memiliki kulit kering, kelenjar sebaceous Anda tidak memproduksi cukup minyak alami.

Kulit Anda umumnya membutuhkan bantuan hidrasi tambahan dari krim emollient untuk melindunginya dari hilangnya kelembapan. Kulit yang kering juga dapat disebabkan karena kondisi kesehatan medis tertentu, seperti hypothyroidism. Kondisi hormon tersebut tidak menyebabkan kulit dehidrasi. Tanda-tanda kulit kering di antaranya adalah kulit bersisik, kemerahan, dan iritasi. Kulit kering sering diasosiasikan dengan penyakit kulit seperti psoriasis, dan eksim.

Sementara itu, kulit dehidrasi berarti kulit kehilangan sejumlah air. Selain karena kurangnya minum air, hal ini dapat terjadi karena Anda sering buang air akibat konsumsi kafein dan diuretic. Kulit dehidrasi juga dapat terjadi akibat terlalu banyak berkeringat akibat berolahraga. Berbeda dengan kulit kering, kulit dehidrasi dapat menyebabkan gejala seperti gatal, kusam, kantung mata hitam, serta garis halus dan keriput yang tampak terlihat. Sementara itu, dehidrasi parah tidak hanya menyebabkan gejala pada kulit saja, tetapi juga dapat menyebabkan pusing, mulut kering, sakit kepala, tubuh lemah, dan air seni yang berwarna gelap. Dehidrasi juga dapat menyebabkan gangguan kegawatdaruratan dalam beberapa kasus. Hubungi dokter secepatnya apabila Anda memiliki gejala dehidrasi parah.

Perawatan

Berbeda dengan kulit kering, kulit dehidrasi dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup. Tetap terhidrasi merupakan langkah pertama yang perlu dilakukan, sehingga Anda perlu minum banyak air. Anda bisa memulai langkah ini dengan meminum 8 gelas air setiap harinya. Tergantung berat badan dan tingkat aktivitas yang Anda lakukan, Anda mungkin perlu minum lebih banyak dari jumlah tersebut. Tanyalah dokter seberapa banyak jumlah air yang perlu Anda minum setiap harinya.

Penting pula untuk tidak minum terlalu banyak air karena hal ini dapat menyebabkan hilangnya mineral. Makan sayuran dan buah yang mengandung banyak air juga dapat membantu meningkatkan asupan air Anda. Anda juga bisa merawat kulit dehidrasi dengan kurangi minum alkohol, kopi, dan sumber kafein lain; berhenti merokok; berolahraga dengan teratur; minum air saat Anda berolahraga (direkomendasikan minum setiap 20 menit berolahraga), mengganti cairan setelah Anda berolahraga; cukup tidur; dan makan makanan berbahan tanaman, seperti buah, sayuran, dan polong-polongan. Apabila Anda baru-baru ini menderita sakit, kulit dehidrasi dapat disebabkan karena kondisi tersebut. Pastikan Anda minum banyak air, minuman elektrolit, dan sup kaldu.

Bahaya! Ini Efek Samping Cataflam Pada Kehamilan
Obat

Bahaya! Ini Efek Samping Cataflam Pada Kehamilan

Kehamilan merupakan saat yang membahagiakan bagi siapa pun. Seorang wanita harus menunggu minimal 38 minggu untuk dapat bertemu dengan calon bayinya. Selama masa kehamilan, umumnya seorang wanita akan menjaga kehamilannya dengan sangat baik, mulai dari asupan makanan hingga kegiatan berbahaya bayi ia dan calon anaknya. 

Pun, demikian dengan obat-obatan yang ibu hamil konsumsi, perlu diperhatikan apakah obat tersebut berbahaya atau tidak. Termasuk obat untuk meredakan nyeri, seperti cataflam. Bagi ibu hamil yang akan mengonsumsi obat ini harap berhati-hati. Cari tahu dulu apakah ada efek samping cataflam yang berbahaya bagi ibu hamil atau tidak? Berikut penjelasan efek samping obat ini selama kehamilan.  

Efek samping cataflam selama kehamilan

Cataflam merupakan jenis obat anti nyeri atau anti-peradangan nonsteroid (NSAID) yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk meredakan nyeri tertentu. Obat ini berfungsi untuk mengurangi senyawa dalam tubuh yang memicu nyeri dan peradangan, seperti pada pasien osteoarthritis dan rheumatoid arthritis. 

Penggunaan obat ini selama kehamilan tidak disarankan kecuali dengan resep dokter, dan diberikan ketika Anda hamil berusia 30 minggu atau lebih. Umumnya, dokter akan memberikan parasetamol terlebih dahulu untuk mengontrol rasa sakit atau demam selama kehamilan. 

Namun, jika paracetamol tidak dapat mengendalikan rasa sakit, ada baiknya untuk meminta perawatan lebih lanjut pada dokter, dan apakah aman bagi kehamilan untuk mengonsumsi cataflam. Pasalnya, pada beberapa kondisi kehamilan efek samping cataflam, antara lain:

  • Penutupan dini duktus arteriosus janin. Sebelum lahir, pembuluh darah pada bayi yang disebut duktus arteriosus harus tetap terbuka untuk memasok nutrisi dan oksigen dari ibu ke bayi selama dalam rahim, dan duktus arteriosus akan menutup ketika bayi lahir. Penutupan dini duktus arteriosus adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan penutupan pembuluh darah ini yang belum saatnya. Mengonsumsi NSAID lain setelah usia kandungan 30 minggu dapat menyebabkan duktus arteriosus menutup padahal bayi masih dalam kandungan. Jika hal ini terjadi, ada baiknya untuk segera menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 
  • Hipertensi paru persisten pada bayi baru lahir atau persistent pulmonary hypertension of newborn (PPHN). PPHN terjadi ketika paru-paru bayi yang baru lahir tidak dapat beradaptasi dengan pernapasan di luar rahim. Dalam beberapa kasus, diduga terkait dengan penutupan dini duktus arteriosus. PPHN umumnya jarang terjadi, namun jika terjadi ini merupakan hal yang serius. 
  • Oligohidramnion (berkurangnya cairan di sekitar bayi). Penggunaan cataflam atau NSAID lain setelah 30 minggu usia kehamilan dapat menyebabkan oligohidramnion, di mana terdapat terlalu sedikit cairan ketuban di kantung di sekitar bayi. 
  • Gangguan ginjal janin. Ada beberapa kasus bayi yang mengalami hal ini. Namun, sebagian besar diatasi atau membaik dengan cepat setelah lahir. Namun, mungkin juga masalah ginjal tersebut bisa terjadi karena komplikasi lain terkait dengan penggunaan cataflam.  
  • Penghambat agregasi trombosit
  • Keterlambatan persalinan atau kelahiran

Penggunaan obat-obatan yang diketahui dapat menghambat sintesis siklooksigenase/prostaglandin dapat mengganggu kesuburan wanita. 

Jadi, selama kehamilan dan menyusui, cataflam harus digunakan dengan resep dokter. Katakan pada dokter bahwa Anda sedang hamil atau pun jika Anda berencana untuk hamil. Pasalnya, efek samping cataflam lainnya dapat menyebabkan keguguran. 

Oleh karena itu tidak dianjurkan untuk digunakan selama trimester pertama dan terakhir kehamilan, karena kemungkinan akan membahayakan janin dan gangguan pada persalinan. Sedangkan pada ibu menyusui, obat ini dapat masuk ke ASI. Meskipun tidak ada laporan bahaya pada bayi menyusu, namun ada baiknya untuk konsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Waspadai Duktus Arteriosus Paten Pada Bayi Baru Lahir
Penyakit

Waspadai Duktus Arteriosus Paten Pada Bayi Baru Lahir

Duktus arteriosus paten merupakan kondisi cacat jantung bawaan yang terjadi pada bayi baru lahir. Kondisi ini disebut juga dengan patent ductus arteriosus (PDA). 

PDA ditandai dengan adanya bukaan di antara dua pembuluh darah yang mengarah ke jantung. Sebenarnya, pembukaan merupakan kondisi yang normal dalam sistem peredaran darah sebelum bayi dilahirkan. Biasanya, pembukaan ini akan menutup dengan sendirinya segera setelah bayi lahir.

Akan tetapi, bila setelah dilahirkan bukaan tetap terbuka, maka bayi Anda mungkin mengalami PDA. 

Penyebab duktus arteriosus paten pada bayi

Hingga kini, belum diketahui dengan jelas apa faktor yang menyebabkan bukaan di pembuluh darah bayi tidak berhasil tertutup setelah dilahirkan. Biasanya, kondisi ini lebih rentan  dialami oleh bayi yang lahir secara prematur. 

Cacat jantung bawaan muncul dari masalah di awal perkembangan jantung, yaitu ketika bayi sedang berkembang di dalam kandungan. Sebelum lahir, koneksi antara dua pembuluh darah utama yang mengarah ke jantung diperlukan untuk sirkulasi darah bayi. 

Hal ini juga mempengaruhi proses aliran darah dari paru-paru bayi serta upaya bayi menerima oksigen dari pernapasan sang ibu. 

Segera setelah bayi dilahirkan, pembuluh darah yang membuka ini akan tertutup. Biasanya, penutupan ini terjadi sekitar dua sampai tiga hari setelah kelahiran. Namun, pada bayi prematur, mungkin dibutuhkan waktu yang lebih lama.

Jika sambungan tetap terbuka, anak Anda menderita duktus arteriosus paten. Kondisi ini bisa mengakibatkan terlalu banyaknya darah yang mengalir ke paru-paru dan jantung bayi. Bila tidak ditangani, tekanan darah di paru-paru bayi akan mengalami peningkatan. 

Tanda-tanda bayi mengalami duktus arteriosus paten

Bukaan pada pembuluh darah bayi bisa berukuran kecil ataupun besar. Artinya, gejala yang ditimbulkan pun berbeda, tergantung lebarnya bukaan tersebut. Jika bukaan berukuran kecil, maka gejala yang dialami pun kemungkinan lebih sederhana atau tidak menimbulkan gejala sama sekali. 

Umumnya, bayi yang menderita PDA akan merasakan gejala berupa: 

  • Berkeringat
  • Kesulitan bernapas
  • Pusing
  • Kenaikan berat badan yang lemah
  • Tidak ada selera makan
  • Detak jantung yang melebihi normal
  • Warna kulit yang membiru karena kekurangan oksigen
  • Kelemahan

Dalam kasus yang cukup jarang, PDA bisa menimbulkan gejala tambahan dan komplikasi berupa tekanan darah tinggi di paru-paru, pembesaran jantung, serta gagal jantung kongestif. 

Pilihan pengobatan untuk bayi dengan duktus arteriosus paten

Apabila bukaan yang terjadi sangat kecil dan tidak menimbulkan gejala, bayi Anda tidak memerlukan pengobatan khusus. Tetapi, jika bukaan bertambah besar, pengobatan yang akan dilakukan berupa:

  • Operasi

Operasi secara khusus dilakukan untuk kondisi duktus arteriosus paten yang sangat parah dan tidak berhasil diatasi dengan upaya pengobatan lain. Jenis pengobatan dengan cara ini biasanya hanya dianjurkan untuk bayi yang sudah berusia 6 bulan atau lebih.

Akan tetapi, bayi di bawah usia 6 bulan juga diperbolehkan menjalani operasi apabila mengalami gejala yang sangat parah. 

  • Prosedur kateter

Kateter adalah tabung tipis yang diarahkan melalui pembuluh darah dari selangkangan bayi. Kateter digunakan untuk memblokir aliran darah melalui pembuluh darah, memungkinkan aliran darah untuk mengalir kembali dengan normal. 

  • Obat-obatan

Pada bayi prematur, dokter mungkin akan memberikan obat berjenis indometasin melalui cairan infus. Obat ini bisa membantu mengencangkan otot dan menutup bukaan pada pembuluh darah.

Dokter akan menentukan upaya pengobatan yang paling tepat, sesuai dengan kondisi duktus arteriosus paten yang dialami bayi Anda. Anda perlu mengantisipasi apabila bayi Anda terkena PDA, khususnya bila bayi Anda lahir secara prematur.

Bintik Merah di Wajah Mengganggu Penampilan? Berikut 6 Penyebabnya
Kulit & Kecantikan

Bintik Merah di Wajah Mengganggu Penampilan? Berikut 6 Penyebabnya

Bintik merah di wajah memang sangat mengganggu sekali, terutama bisa menurunkan rasa percaya diri Anda. Untuk menghilangkannya pun perlu mengetahui apa penyebabnya.

Bintik merah di wajah ini memang merupakan keluhan yang sering dirasakan oleh sebagian orang. Ada yang bintik merah datar, ada pula bintik merah yang menonkol atau seperti bengkak. 

Ada beberapa penyebab munculnya bintik merah di wajah, bisa karena alergi, iritasi, hingga gejala kanker kulit. Jika Anda khawatir akan kondisi ini, sebaiknya periksakan ke dokter agar Anda mendapatkan pengobatan yang tepat.

Beberapa Penyebab Bintik Merah di Wajah

Ada berbagai faktor yang membuat munculnya bintik merah di wajah. Secara umum, berikut faktor-faktor penyebab tersebut.

  1. Jerawat

Sudah tidak asing lagi dong, masalah yang paling umum terjadi di wajah adalah jerawat. Jerawat terjadi karena sebum menyumbat folikel rambut atau bisa juga karena sel kulit mati yang sudah menumpuk di permukaan kulit. Tidak hanya berbentuk bintik merah, tetapi jerawat juga berbentuk lesi menonjol (papule), berisi nanah, hingga berbentuk komedo. 

Jerawat biasanya diobati sesuai dengan jenis jerawatnya, Jika jerawat berbentuk papule, bisa menggunakan krim yang mengandung bahan aktif berupa retinoid, asam azelaic, benzoil peroksida, atau asam salisilat. Ada juga jenis jerawat yang bisa dihilangkan dengan antibiotik, namun harus atas rekomendasi dokter.

  1. Biang Keringat

Biang keringat juga bisa muncul di wajah. Biasanya muncul ketika cuaca sedang panas atau ketika setelah berolahraga. Hal ini disebabkan karena pori-pori yang tertutup keringat atau debu.

Nah, untungnya, biang keringat di wajah biasanya bisa hilang dengan sendirinya ketika kulit wajah sudah lebih tenang. Misalnya setelah Anda mencuci muka atau menyejukkan diri di ruangan ber-AC. 

Tapi, ada juga biang keringat ini yang terasa gatal dan perih sehingga sangat mengganggu. Untuk mengatasinya, Anda bisa mengoleskan losion, salep, atau pun krim yang mengandung calamine. JIka biang keringat sudah parah, bisa diobati dengan krim steroid, tentu dengan resep dokter.

  1. Dermatitis Atopik

Bintik merah di wajah juga bisa disebabkan oleh dermatitis atopik atau eksim yang membuat wajah terasa gatal, kasar, dan berkerak. Eksim hanya bisa dihilangkan atau dikurangi dengan menghindari pemicunya. Sebab, dermatitis atopik ini tidak bisa disembuhkan. 

Dokter biasanya hanya meresepkan obat untuk mengurangi rasa gatal dan kemerahannya saja.

  1. Dermatitis Kontak

Alergi atau dermatitis kontak merupakan reaksi ketika kulit terkena alergen pemicunya. Bisa karena penggunaan zat tertentu, atau serbuk sari bunga yang tertiup angin dan mengenai wajah Anda. 

Efeknya akan terasa gatal, bengkak, dan muncul bintik merah. Biasanya akan sembuh setelah diobati dengan krim racikan dokter atau krim antihistamin.

  1. Rosacea

Rosacea ini memiliki ciri mirip dengan jerawat namun bintik merah tersebut jumlahnya banyak. Jenis rosacea yang sering muncul adalah papulopustular rosacea. Kondisi ini harus segera ditangani agar tidak menjadi permanen di wajah bahkan bisa menimbulkan komplikasi di kulit wajah Anda. Untuk rosacea yang masih biasa, bisa dengan mengoleskan krim atau gel, mengkonsumsi obat minum, serta dengan sinar laser. Sedangkan rosacea yang menyebabkan penebalan kulit, biasanya harus dengan operasi agar kulit kembali mulus.

  1. Herpes Zoster

Herpes zoster atau disebut juga shingle merupakan bintik merah di wajah yang biasanya terasa nyeri dan berisi air sehingga sering dianggap cacar. Penyebabnya pun sama, yaitu virus varicella zoster. 

Hanya saja, herpes zoster ini biasanya terjadi pada orang dewasa atau yang sudah berusia lebih dari 50 tahun. Kondisi ini bisa diobati dengan krim penghilang rasa nyeri maupun gatal di area munculnya bintik merah.

Bintik merah di wajah belum bisa dipastikan tanpa melakukan pemeriksaan secara langsung agar tidak salah diagnosis. Jika sudah menghentikan apa yang diduga menjadi faktor pemicunya dan kondisi wajah Anda tidak kunjung membaik, maka segeralah kunjungi dokter spesialis kulit untuk mendapatkan penanganan lebih baik.

Hidip Sehat

Manfaat Birch Sap, Getah Pohon Birch yang Luar Biasa untuk Kecantikan

Birch sap atau getah pohon birch, sering disebut juga air birch memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan, terutama bagi kecantikan kulit. Proses pengambilan getah birch ini sama dengan pengambilan getah pada pohon lainnya, yaitu melalui proses penyadapan. 

Panen getah birch biasanya terjadi pada awal musim semi tepat ketika pohon birch mulai tumbuh daun. Sedangkan selama sisa musim, pohon birch akan beristirahat. Selain bagi kecantikan, getah birch ini berguna untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dan detoksifikasi hati. Dan berikut beberapa manfaat lainnya. 

Manfaat birch sap untuk kecantikan

  • Peningkatan hidrasi kulit

Saat dioleskan pada kulit, getah pohon birch akan menciptakan pelindung yang mencegah sel-sel kulit mati menjadi kering. Akibatnya, beberapa masalah kulit yang paling umum terkait kekeringan dapat diatasi, seperti pengelupasan, bersisik, dan gatal. Hidrasi yang ditawarkan oleh getah pohon birch ini juga dapat membantu mencegah garis-garis halus dan kerutan.

  • Memperbaiki kulit yang rusak

Seperti disebutkan sebelumnya, getah pohon birch mengandung asam amino, yang merupakan pembangun protein, yang dibutuhkan untuk perbaikan dan pemeliharaan kulit. Oleh karen itulah, banyak krim kosmetik atau serum anti penuaan mengandung getah birch, karena sangat efektif untuk memperbaiki kulit. 

  • Tanda-tanda penuaan

Manfaat lain dari getah birch adalah anti penuaan yang banyak memgandung antioksidan untuk menetralkan radikal bebas yang dapat merusak kulit yang sehat. Dengan penggunaan secara rutin, proses penuaan kulit akan tertunda, ditambah lagi hal ini juga bisa memperbaiki tanda-tanda penuaan yang sudah ada.

  • Meratakan warna kulit

Getah birch disukai karena kemampuannya untuk menghilangkan jerawat pada kulit, serta memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah pigmentasi. Tidak hanya itu, hal ini pun dapat membantu menghilangkan area gelap pada tubuh, seperti lutut atau siku. Banyak wanita menggunakan getah pohon birch ini untuk mengatsai bintik-bintik akibat penuaan.

  • Meningkatkan pertumbuhan rambut

Selain mengatasi berbagai masalah kulit dan kecantikan, birch sap ini pun sangat baik untuk meingkatkan pertumbuhan rambut. Hal ini karena birch sap mampu untuk merangsang folikel rambut. tidak hanya itu, getah birch dapat menghindari seseorang dari kebotakan, rambut menipis, serta membantu Anda untuk mendapatkan rambut yang sehat serta lebat.

  • Birch sap dan tekanan darah

Getah birch mengandung magnesium dalam jumlah yang banyak, mineral yang dikenal untuk mengatur tekanan darah tubuh kita. Asupan magnesium yang baik akan membantu Anda melawan hipotensi dan tekanan darah tinggi. Meski begitu, jangan sampai anda mengonsumsi melebihi batas aman yang diizinkan.

  • Getah pohon birch melawan kelelahan

Orang yang lelah seing disarankan untuk membuat obat getah pohon birch. Berkat komposisinya yang kaya mineral esensial, air birch pun dapat memabntu mineralisasi tubuh. Tetapi minuman ini juga mengandung asam amino esensial, elemen jejak, dan vitamin yang menjadikannya sebagai minuman energi bagi  mereka yang ingin kembali bugar. 

  • Lawan gangguan pencernaan

Getah pohon birch sering kali digunakan untk melawan gangguan pencernaan, khususnya perut kembung. Nutrisi dan mineral yang ada dalam getah birch memabntu sistem pencernaan untuk kembali berfungsi secara optimal. Tetapi mereka juga akan memabntu meringankan gangguan pencernaan yang umum terjadi dan lebih serius, seperti tukak lambung. 

Kemungkinan efek samping yang bisa terjadi adalah karena Anda terlalu banyak mengonsumsi birch sap yang akan menimbulkan konsekuensi kesehatan. Beberapa orang bahkan bisa mengalami mual hingga diare, jika gejala tersebut muncul, kurangi atau hentikan penggunanaan dan dapatkan bantuan medis jika keadaan tidak membaik.

Mengenal Craniosynostosis, Kondisi Cacat Lahir pada Bayi
Penyakit

Mengenal Craniosynostosis, Kondisi Cacat Lahir pada Bayi

Craniosynostosis merupakan kondisi cacat lahir yang terjadi ketika satu atau lebih sutura di tengkorak bayi menutup sebelum otak bayi terbentuk dengan sempurna. Sutura tulang sendi yang ada pada tengkorak bayi. 

Terdapat tujuh tulang sendi yang membentuk sutura, terbuat dari jaringan serat yang lentur dan menghubungkan ketujuh tulang sendi tersebut. Biasanya, sutura akan terus terbuka sampai bayi berusia 2 tahun. Penutupan yang terlalu cepat akan membuat otak mendesak tulang, menyebabkan bentuk kepala bayi tampak cacat.

Jenis-jenis craniosynostosis

Terdapat beberapa jenis craniosynostosis yang ditentukan berdasarkan sutura mana yang terpengaruh dan faktor penyebabnya. Sebagian besar penderita kondisi ini hanya mengalami masalah pada satu sutura. Jenis-jenis tersebut antara lain: 

  • Sagittal craniosynostosis

Jenis craniosynostosis yang satu ini merupakan jenis yang paling umum terjadi. Kondisi ini mempengaruhi satura sagital yang ada di bagian atas tengkorak. Saat kepala bayi tumbuh, bentuknya akan menjadi panjang dan sempit. 

  • Coronal craniosynostosis

Jenis ini terjadi pada sutura koronal yang membentang dari masing-masing telinga ke bagian atas tengkorak bayi. Kondisi ini menyebabkan salah satu sisi dahi bayi tampak rata, sementara sisi lainnya tampak menonjol. 

  • Metopic craniosynostosis

Jenis ini mempengaruhi sutura metopik yang membentang dari bagian atas kepala di bagian tengah dahi sampai ke pangkal hidung. Biasanya, bayi yang mengalami jenis ini akan memiliki bentuk kepala menyerupai segitiga dan posisi mata yang terlalu dekat satu sama lain. 

  • Lambdoid craniosynostosis

Lambdoid craniosynostosis termasuk jenis yang paling langka. Kondisi ini melibatkan satura di bagian belakang kepala. Kepala bayi akan tampak datar dan salah satu sisinya tampak miring. 

Gejala dan penyebab craniosynostosis

Biasanya, gejala dari craniosynostosis akan tampak jelas tepat setelah bayi dilahirkan atau beberapa bulan kemudian. Gejalanya meliputi: 

  • Bentuk tengkorak tidak rata
  • Pertumbuhan kepala bayi yang tidak normal
  • Ubun-ubun yang tidak normal atau hilang di bagian atas kepala bayi
  • Tepi yang tampak keras dan terangkat di sekitar sutura 

Selain gejala fisik, bayi juga akan mengalami gejala lainnya, tergantung pada jenis yang diderita. Umumnya, gejala tambahan akan berupa:

  • Sakit kepala
  • Hilangnya kemampuan penglihatan
  • Ketidakmampuan untuk belajar
  • Rongga mata yang terlalu lebar atau terlalu sempit

Untuk mengetahui penyebab dari craniosynostosis yang dialami, dokter perlu menjalani serangkaian pemeriksaan pada bayi Anda. Kondisi ini sebenarnya tergolong cukup langka. Tapi, kondisi ini terjadi karena adanya kelainan genetik. 

Beberapa sindrom yang disebabkan oleh kelainan genetik bisa memicu craniosynostosis, seperti: 

  • Sindrom Saethre-Chotzen
  • Sindrom Apert
  • Sindrom Carpenter
  • Sindrom Pfeiffer
  • Sindrom Crouzon

Komplikasi craniosynostosis yang tidak diobati

Bila tidak segera diatasi, kondisi craniosynostosis yang diderita bayi bisa menimbulkan sejumlah komplikasi. Komplikasi utamanya berupa perubahan bentuk kepala dan wajah secara permanen serta isolasi sosial.

Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan komplikasi medis berupa:

  • Gangguan kognitif
  • Kejang-kejang
  • Kematian, tapi cukup jarang terjadi
  • Gangguan pergerakan mata
  • Kebutaan
  • Keterlambatan proses perkembangan
  • Tidak ada energi atau minat

Resiko peningkatan tekanan dalam tengkorak akibat kondisi ini sebenarnya tergolong kecil, selama satura dan bentuk kepala masih bisa diperbaiki melalui operasi. Tapi, jika sindrom yang mendasari kondisi ini tak diselesaikan, kondisi ini akan sulit diatasi dan memicu komplikasi. 

Karena itu, saat menyadari bayi mengalami craniosynostosis, sebaiknya segera konsultasikan kondisi bayi pada dokter. Dokter bisa mendeteksi kondisi ini langsung beberapa bulan setelah bayi lahir.

Hidip Sehat

Ingin Menambah Berat Badan? 9 Jenis Olahraga Ini Bisa Membantu

Beberapa orang merasa perlu menambah berat badan untuk membuat tubuh seperti yang didambakan. Untuk menaikkan berat badan, ternyata ada beberapa jenis olahraga tertentu yang dapat membantu. Olahraga tersebut akan membantu memperbesar otot dan badan pun semakin berisi. Selain itu, jenis olahraga untuk menaikkan berat badan tergolong mudah dan dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Berikut ini beberapa olahraga yang dapat Anda coba untuk menaikkan berat badan. 

olahraga
  1. Squat

Olahraga berupa squat akan membantu Anda menaikkan berat badan jika dilakukan secara teratur setiap pagi atau sore hari. Caranya cukup mudah. Buka kaki selebar bahu dan berdirilah dengan tegak. Setelah itu, turunkan bokong dan buat posisi seperti sedang duduk. Tubuh harus tetap lurus ketika Anda menurunkan bokong. Pastikan untuk melakukan peregangan otot sebelum mulai untuk menghindari terjadinya cedera. 

  1. Push up

Selain squat, Anda juga bisa melakukan push up. Olahraga jenis ini dapat dilakukan di mana saja dan tidak memerlukan bantuan alat. Push up dapat membantu menaikkan berat badan Anda asal dilakukan secara teratur setiap harinya. Cara melakukan push up dimulai dengan meletakkan badan menghadap ke lantai. Letakkan kedua tangan di sebelah badan kemudian angkat tubuh ke atas. Gunakan kedua tangan untuk mengangkat tubuh dan pastikan posisi punggung dan kaki tetap lurus. Saat menurunkan tubuh, jangan sampai tersentuh lantai. Ulangi gerakan tersebut sebanyak yang Anda mampu. 

  1. Sit up

Sit up juga menjadi pilihan olahraga yang mudah untuk membantu menaikkan berat badan. Posisi sit up berbalik dengan push up. Anda perlu berbaring di lantai dan menekuk kedua kaki hingga berbentuk segitiga. Letakkan tangan di sebelah telinga, kemudian angkat kepala, leher, dan bahu ke atas. Turunkan tanpa menyentuh lantai, lalu angkat kembali. Lakukan secara teratur agar otot perut terbentuk sehingga berat badan akan ikut naik. 

  1. Lunges

Olahraga menaikkan berat badan selanjutnyaa adalah lunges. Untuk gerakan dan manfaat, lunges hampir mirip dengan squat. Otot yang diperkuat adalah otot kaki dan bokong. Cara melakukan lunges adalah dengan merentangkan kaki ke depan dengan posisi badan berdiri tegak seolah akan melangkah. Condongkan badan ke depan hingga posisi lutut berada pada 90 derajat. Lunges cocok dilakukan untuk Anda yang memiliki sedikit waktu dan hanya bisa berolahraga di dalam kamar. 

  1. Pull up

Anda memiliki pull up bar di rumah? Manfaatkan dengan sebaik-baiknya sebab olahraga berupa pull up dapat membantu menaikkan berat badan. Letakkan kedua tangan pada pull up dengan posisi melebar dan jauhkan dari wajah. Angkat tubuh sampai dagu mencapai pull up bar. Lakukan bertahap dan jangan terlalu letih untuk tahap awal sebab dapat menyebabkan cedera otot. Jika tidak ada pull up bar, Anda dapat menggunakan benda kokoh lainnya. 

  1. Angkat Beban 

Salah satu jenis olahraga yang sering direkomendasikan untuk menaikkan berat badan adalah angkat beban. Olahraga satu ini akan membantu membakar lemak dan membentuk massa otot. Jika masih permulaan, jangan memilih beban yang terlalu berat. Naikkan beban secara bertahap sehingga otot tubuh tidak terkejut. 

  1. Berenang

Berenang menjadi olahraga yang menyenangkan dan digemari banyak orang. Ternyata, berenang dapat membantu Anda untuk menaikkan berat badan, lho! Dengan berengan secara rutin, otot akan membesar karena terbiasa melawan beban air. Apabila Anda menyukai air, olahraga berupa berenang dapat dipilih untuk membantu menaikkan berat badan. 

Selain berupaya dengan olahraga, Anda perlu menjaga pola makan untuk menaikkan berat badan. Konsumsi makanan sehat dengan teratur agar nutrisi harian tubuh tetap terpenuhi. Beberapa jenis makanan yang direkomendasikan untuk menaikkan berat badan di antaranya adalah telur, daging, ayam, ikan, roti gandum, kacang almond, alpukat, dan susu tinggi lemak. Akan tetapi, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar pola makan yang Anda jalani memang tepat dan tidak membahayakan tubuh.