7 Tips Mencegah dan Menangani Pruritus

Pruritus

Pruritus merupakan kondisi masalah kulit kering yang menyebabkan sensasi gatal. Tidak jarang, pruritus akan membuat tampilan kulit menjadi memerah dan bersisik. Anda mungkin ingin sekali menggaruk bagian kulit yang gatal tersebut apabila gejala pruritus muncul. Namun, langkah ini justru bisa membuat gejala gatal bertambah parah. 

Pruritus umumnya timbul karena kondisi kulit yang terlalu kering akibat penyakit sistemik ataupun adanya infeksi jamur maupun bakteri. Penanganan yang tertepat adalah pergi ke dokter dan menjalani perawatan yang disarankan. Namun, sebenarnya, banyak cara juga yang bisa Anda lakukan untuk mencegah ataupun meringankan gejala pruritus tanpa campur tangan medis. 

Berikut ini adalah berbagai tips untuk mencegah dan menangani masalah gatal-gatal akibat penyakit pruritus. Anda akan terkejut sebab nyatanya cara pencegahan dan penanganannya sangatlah simpel. 

  1. Rutin Memakai Tabir Surya

Kulit yang kering parah atau pruritus lebih rentan dialami oleh orang-orang yang banyak berkegiatan di luar dan terpapar matahari secara langsung. Anda bisa meminimalkan risiko sengatan sinar matahari yang menimbulkan masalah kulit kering dengan memakai tabir surya tiap kali berkegiatan di luar ruangan. Selalu oleskan tambahan tabir surya setiap beberapa jam sekali untuk memastikan efeknya bermanfaat mencegah pruritus. 

  1. Gunakan Pelembap

Apabila Anda tahu bahwa kulit Anda termasuk kering, jangan malas untuk memakai krim atau losion pelembap. Anda bisa menggunakannya setiap kali habis mandi. Cara simpel ini nyatanya berpengaruh besar terhadap minimalisasi peradangan kulit yang dapat menimbulkan gejala pruritus. 

  1. Mandi Air Hangat 

Air hangat bisa membantu meredakan rasa gatal yang timbul akibat pruritus. Mandi air hangat terbukti bisa membuat kulit lebih lembab dan mencegah kekeringan yang parah. Namun ingat, yang dimaksud air hangat adalah air yang suhunya tidak lebih dari 40 derajat Celsius. Mandi dengan air bersuhu di atas itu tergolong sebagai mandi air panas dan rentan membuat kulit lebih kering dan teriritasi. 

  1. Selektif Pilih Baju dan Sprei 

Pruritus bisa datang berbarengan dengan alergi. Penggunaan bahan pakaian yang salah ataupun gesekan dengan kain seprai yang tidak cocok dapat menjadi pemicunya. Mulai sekarang, lebih baik Anda lebih selektif memilih bahan baju atau seprai. Hindari penggunaan bahan wol atau sintetis yang langsung bergesekan dengan kulit. Disarankan Anda menggunakan pakaian ataupun sprei dari bahan katun yang lebih lembut dan jarang menimbulkan gejala iritasi. 

  1. Hanya Sabun Lembut 

Penggunaan sabun juga berpengaruh pada timbulnya gejala pruritus atau tidak. Saat Anda sedang merasa gatal-gatal, penggunaan sabun yang salah bahkan bisa memperparah gejala. Cobalah untuk memilih sabun yang lembut untuk mandi. Hindari penggunaan sabun yang terlalu banyak mengandung detergen karena rentan mengiritasi kulit. 

  1. Siasati dengan Waslap

Rasa gatal akibat pruritus pasti membuat Anda ingin sekali menggaruk bagian yang gatal tersebut. Namun, ketika Anda melakukannya, gejala akan semakin bertambah parah. Cobalah menyiasati rasa gatal dengan menaruh waslap dingin atau es di area kulit yang terasa gatal. Perlahan tapi pasti, rasa gatal akan mereda. 

  1. Pertimbangkan Humidifier 

Jika memang sering mengalami gejala pruritus, tidak ada salahnya mencoba memasang humidifier di rumah. Soalnya, penyakit kulit kering ini kerap dipicu oleh udara yang terlalu kering. Memastikan kelembapan udara di rumah dengan humidifier bisa menjadi solusi alternatif yang menjanjikan. 

*** 

Asalkan dilakukan dengan konsisten, kebiasaan di atas bisa membuat kulit lebih lembap sehingga gejala pruritus tidak datang menyerang. Masih tidak percaya? Buktikan saja sendiri. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *